Persiapan Sebelum berJuang

Nasehat ini sebenarnya untuk diri sendiri,

tapi ingin berbagi dengan kalian yang menyempatkan waktu untuk membacanya,

Nasihat untuk semua yang menginginkan kebaikan untuk jalan hidupnya.

Tulisan ini hasil dari beberapa artikel tentang pernikahan yang di kirimkan para sahabat,

Dan ada beberapa didapat dari hasil browsing di dunia maya. Semoga masing-masing mendapat keberkahan atas ilmu yang udah di bagikannya.

Tulisan ini di salin ketika hati merasa bersalah atas nasehat yang mungkin kurang bijaksana pada seorang kawan atas ujian yang sedang menimpanya.

Maaf ya kawan.

Maaf atas kebodohan nasehat dr aku yang kurang ilmu.

Terimakasih atas kepercayaannya berbagi pengalaman hidup bagi diri ini.

Semoga yang terbaik menurutNya yang akan menjadi keputusanmu.

Dan semoga Alloh melindungi dan menguatkanmu atas segala konsekwensi dari keputusanmu.

——————————————————————————————————————————–
Menikah  itu adalah salah satu bentuk ibadah,

dan Pernikahan  itu adalah sebuah perjanjian setiap pasangan dengan tuhannya,

Memang menikah itu bisa karena harta, bisa karena kecantikan, bisa karena keturunan,

Dan bisa juga karena agama.

Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun kecantikan sebagai alasan

karena semua itu akan menyebabkan celaka.

Jadikanlah agama sebagai alasan, Maka engkau akan mendapatkan kebahagiaan.

Tidak dipungkiri bahwa keluarga banyak terbentuk karena cinta,
Namun jika cinta engkau jadikan sbg landasan, maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.

Karena dalam cinta ada nafsu yang banyak mendominasi.

Jadikanlah ” ALLOH ” sebagai landasan
Niscaya engkau akan selamat, Tidak saja dunia, tapi juga akherat.
Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan, Niscaya mawaddah, sakinah dan warahmah akan tercapai.

Contohlah manusia ter-agung Muhammad saw.
tidak marah ketika harus tidur di depan pintu, beralaskan sorban,

karena sang istri tercinta tdk mendengar kedatangannya.

Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan tersaji dihadapannya ketika lapar,

Tak merasa terhina ketika ikhlas membantu istri tercinta menjahit bajunya sendiri yang terkoyak.

Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam “istanamu”,
Menuntut disayang, dimanja dan dilayani suami setiap kali,
Meminta terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu,
Jika itu engkau lakukan, maka “istanamu” akan menjadi neraka bagimu
Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu
Jangan engkau terlalu menuruti pinta istrimu
Jika itu engkau lakukan, niscaya engkau akan celaka.

Engkau tidak akan dapat melihat mana yang hitam dan yang putih,
Engkau tidak akan dapat melihat mana  yang benar dan yang salah,
Lihatlah bagaimana Alloh menegur ” Nabi “-mu
tatakala mengharamkan apa yang Alloh halalkan hanya karena menuruti kemauan sang istri.

Tegaslah terhadap istrimu,
Dengan cintamu,  ajaklah dia taat kepada Alloh, jangan biarkan dia dengan kehendaknya.

Lihatlah bagaimana istri Nabi Nuh dan Nabi Luth.
Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka menjadi penentang.
Didiklah istrimu,
Jadikanlah dia sebagai Hajar, wanita utama yang loyal terhadap tugas suami, Ibrahim.
Jadikan dia sebagai Maryam, wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya.
Jadikan dia sebagai Khadijah, wanita utama yang bisa mendampingi sang suami Muhammad saw menerima tugas risalah.

Istrimu adalah tanggung jawabmu,
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah, Biarkan mereka menjadi wanita shalilah.

Sesungguhnya dalam kesalahan seorang istri ada andil seorang suami yang gagal membimbingnya.
Jika engkau menjadi istri,
Jangan engkau paksa suamimu menurutimu, Jangan engkau paksa suamimu melanggar Alloh,

Siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia terhadap tugas suami,
Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa taat menjaga kehormatan diri dan suami.

Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa mendampingi suami menjalankan amanah.

Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu, Jangan kau usik suamimu dengan tangismu,
Jika itu kau lakukan,  Kecintaannya terhadapmu akan memaksanya menjadi pendurhaka.

Jika engkau menjadi seorang Ayah.
Jadilah Seorang Ayah yang bijak seperti Lukmanul Hakim
Jadilah Seorang Ayah yang tegas seperti Ibrahim
Jadilah Seorang Ayah yang kasih seperti Muhammad saw
Ajaklah anak-anakmu mengenal Alloh, Ajaklah mereka taat kepada Alloh,
Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti,
Jadikan dia sebagai Ismail yang taat,
Jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan’an yang durhaka.

Mohonlah kepada Allah, agar mereka menjadi anak yang shalih dan shaliha
Anak yang selalu bisa membawa kebahagiaan.

Jika engkau menjadi Ibu.
Jadilah engkau Ibu yang bijak, Ibu yang teduh.

Ibu yang selalu bisa menjadi tempat sandaran ketika ada rasa tidak nyaman dalam perasaan.

Jadilah Awal Madrasah yang baik bagi anak, karena jika kelak langkah anakmu salah tengoklah bagaimana dahulu kau mendidiknya.

Duhai Calon Istri maupun calon Suami,

Persiapkanlah diri kalian menghadapi mahligai rumah tangga.

Agar kalian memiliki bekal ketika ujian datang melanda.

Pelajarilah harus bagaimana menjadi seorang istri yang baik,

Mengerti kapan harus mengalah kapan harus tegas mengeluarkan pendapat.

Hormatilah Suamimu, walaupun menurutmu kastanya lebih rendah darimu tapi sesungguhnya mereka adalah pemimpin atas dirimumu.

Jadi teringat nasehat seorang pemuka ketika memberikan petuah dalam sebuah pernikahan ,

Biasanya yg di awal udah terpesona ngeliat calon pengantin atau kagum atas hantaran untuk calon pengantin pasti ga tau tentang petuah ini.

Jadi biar mengingatkan kembali, bacalah lebih hati-hati.

di riwayatkan dari Asma binti Kharijah Al-Farzari :

“Sesungguhnya engkau telah keluar dari sarang yang engkau tempati menuju hamparan yang tidak engkau ketahui, juga menuju teman yang engkau belum merasa rukun dengannya Oleh karena itu; Jadilah engkau sebagai bumi baginya, maka dia akan menjadi langit untukmu.

Jadilah engkau hamparan baginya, niscaya ia akan menjadi tiang untukmu.

Jadilah engkau hamba sahaya baginya, maka niscaya ia akan menjadi hamba untukmu.

Janganlah engkau meremehkannya, karena niscaya dia akan membencimu,

Janganlah menjauh darinya karena dia akan melupakanmu.

Jika dia mendekat kepadamu maka dekatkanlah dirimu,

Dan jika dia menjauhimu maka menjauhlah darinya.

Jagalah hidungnya, pendengarannya, dan matanya.

Janganlah ia mencium sesuatu darimu kecuali wewangian

Dan janganlah ia melihatmu kecuali engkau dalam keadaan cantik.”

Subhanalloh nasehat yang indah, semoga setiap perempuan mampu mengamalkannya.

Karena sesungguhnya wasiat/petuah merupakan pengingat bagi orang yang mulia dan bekal bagi orang yang berakal.

Dan yang ini, nasehat dari ayahku yang beliau contoh dari Abdullah bin Ja’far bin Abu Thalib yang memberikan wasiatkan pada anak perempuannya di hari pernikahannya:

“Jauhilah olehmu perasaan cemburu, karena rasa cemburu adalah kunci jatuhnya thalak.

Juga jauhilah olehmu banyak mengeluh, karena keluh kesah hanya menimbulkan bara Amarah,”

Dan untuk Para Calon Suami ataupun calon Ayah,  Jangan mau kalah dengan para calon Istri/calon Ibu dengan persiapannya. Karena sesungguhnya dari sikap kalian lah yang menentukan arah dari sebuah pernikahan.

Sesungguhnya Lelaki yang berpredikat terbaik itu adalah :

Suami yang memuliakan istrinya.

Suami yang selalu dan selalu mengukirkan senyuman di wajah istrinya.

Suami yang mampu menjadi Qawwam/Pemimpin bagi istrinya.

Suami yang begitu tangguh mencarikan nafkah halal untuk keluarga.

Suami yang tak lelah berlemah lembut mengingatkan kesalahan istrinya.

Teringat Salah satu wasiat Rasulullah yang diucapkannya pada saat-saat terakhir kehidupannya dalam peristiwa haji wada’:

Barang siapa -diantara para suami- bersabar atas perilaku buruk dari istrinya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepada Ayyub atas kesabarannya menanggung penderitaan. Dan barang siapa -diantara para istri- bersabar atas perilaku buruk suaminya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepada Asiah, istri fir’aun”

(HR Nasa-iy dan Ibnu Majah ).

 

Subhanalloh sebuah ganjaran yang indah. Semoga kalian mampu bersabar atas setiap prilaku kami.

############

Aku Ingin menitipkan pesan kepadamu yang mungkin mewakili pesan dari para kaumku di sini.

Padamu Laki-laki yang Alloh pilihkan untuk hidup kami

Saat Alloh memilih kalian dalam hidup kami,
Kami hanya wanita biasa bukan bidadariNya, ada banyak kekurangan dalam diri kami,
Kami bukanlah wanita sempurna, Seperti yang mungkin pernah kalian Impikan.

Maka, ketika Alloh memilih kalian untuk kami,
Maka saat itu Alloh, sedang merealisasikan RencanaNya yang pasti terbaik untuk kita

Dia ingin menyempurnakan kekuranganku dengan keberadaanmu
Dan kami berharap ketidaksempurnaan kami mampu menyempurnakan kalian.

Mungkin Ada kalanya kami akan membuat kalian begitu marah.

Saat itu jalankan fungsi tugas kalian menasihati kami dengan hikmah.

Kalian tentu Ingat Kami berasal dari tulang rusuk kalian yang paling bengkok

Karena itu jangan kalian coba meluruskan kami dengan Amarah, karenanya aku bisa patah

Tapi jangan pula kalian membiarkan kami begitu saja, karena kami akan selamanya  salah..

Bersabarlah terhadap kami,

Ampuni kesalahan kami,  jangan kalian hukum kami dengan siksaan dunia.

Ketika maaf itu tak mampu kalian berikan.

Kasihanilah kami, karena kelak karena Ridho kalianlah kami mampu mencicipi surga.

Kasihanilah dirimu sendiri, karena kelak selama aku masih menjadi istrimu setiap tingkah laku salahku, kau akan dimintakan pertanggung jawaban pula.

Ingatlah kasih sayang kami, yang tetap setia menjaga amanah kalian.

Ingatlah pengorbanan kami, yang berjuang membesarkan benih kalian.

Kalian memang mampu mencari pengganti kami,

karena sudah suratan takdir jumlah kami di banding kalian jauh lebih banyak di bumi ini.

Tetapi ingatlah ketika kalian saja gagal tak mampu membimbing aku,

Kelak kalian akan melakukan kesalahan yang sama pada saudaraku lainnya.

Dan akhirnya kalianlah yang akan mengalami kerugian dan kesia-siaan.

Dan wahai saudari-saudariku,

Jagalah mereka yang telah memilihmu.

Jangan katakan aku tak mengingatkanmu,

bahwa ketika kau menyia-nyiakan mereka yang memilihmu

masih banyak saudari kita yang lain yang mampu menjaga mereka lebih baik darimu.

Categories: Ilmu Menjadi Bidadari, Perjalanan Menjadi Bidadari | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Persiapan Sebelum berJuang

  1. insyaalloh..amiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.